Sabtu, 18 Juli 2020

Self-Awareness ditengah Pandemi Covid-19


Bagaimana untuk bisa menerapkan Self-Awareness ?

            Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa saat ini virus yang bernama Corona sedang menunjukkan eksistensinya di Dunia. Tidak hanya Indonesia, seluruh Dunia merasakan dampak makhluk hidup yang bahkan tidak terlihat oleh mata namun mampu membuat kekacauan yang luar biasa.
            Pemerintah telah melakukan berbagai cara agar virus Corona tidak secara suka-suka menyebar di masyarakat luas dan membuat semakin banyak korban. Salah satunya adalah membuat protokol kesehatan yang mengatur beberapa hal untuk masyarakat diantaranya menggunakan masker ketika keluar rumah, social distancing, physical distancing, self-quarantine, dan lainnya. Bahkan membatasi daerah yang berada dalam zona merah penyebaran virus ini. Namun tidak hanya peran pemerintah yang diperlukan namun juga peran masyarakat yang dapat dilakukan dengan memiliki self-awareness.

Self-Awareness
Self-awareness atau kesadaran diri adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan lingkungan sekitar. Akbar, dkk (2018) kesadaran diri merupakan suatu kepekaan terhadap diri sendiri, emosi, keadaan lingkungan, dan orang lain. Orang yang memiliki kesadaran tinggi memiliki sikap positif dalam menjalankan kehidupan, mampu merespon dengan baik terhadap hal-hal yang memancing emosi. Maksudnya orang dengan kesadaran diri yang baik memahami dirinya seperti apa dan harus bagaimana. Misalnya ditengah pandemik seperti ini seseorang yang merantau di kota dengan zona merah kemudian pulang kampung sudah seharusnya paham apa yang harus dilakukan, yaitu dengan melakukan self-quarantine untuk kebaikan diri sendiri dan orang sekitar, bukan malah bersikap sombong yakin bahwa dia sehat tanpa memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.
Definisi lain dari kesadaran diri yang lebih sederhana adalah sikap seseorang dalam upaya memperhatikan pikiran, perilaku, perasaan, dan dampaknya terhadap orang lain. Dalam keadaan seperti sekarang ini, kesadaran diri sangat diperlukan. Hampir semua orang mengetahui sedikit banyak tentang virus corona ini, mulai dari apa itu virus corona, bagaimana penyebarannya, seperti apa dampaknya, seperti apa gejala orang yang terinfeksi, sampai bagaimana mencegah dan menghindarinya. Bahkan dalam pembelajaran sebelumnya sudah dijelaskan.
Pengetahuan-pengetahuan tersebut tidak berarti apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran diri untuk mencegah dan menghentikan rantai penyebaran virus corona ini. Contoh rendahnya kesadaran diri masyarakat seperti tidak menggunakan masker saat di luar rumah, tidak rajin mencuci tangan, tidak melakukan social distancing atau physical distancing, dan sebagainya . Hal itu menjadi salah satu penyebab tidak berhentinya penyebaran virus, justru membuat penyebaran semakin menjadi.
Oleh karena itu, hal lain yang sangat dibutuhkan adalah kesadaran diri untuk berperan dalam menghentikan penyebaran virus corona. Dengan melakukan protokol kesehatan yang sudah dibuat oleh pemerintah, memiliki pemahaman dan toleransi yang tinggi terhadap sesama, menumbuhkan dan memupuk jiwa kemanusiaan kita, saling membantu dan mengingatkan orang lain, dan melakukan hal-hal baik lainnya.

Referensi:
Akbar, M. Y. A., Amalia, R. M., &Fitriah, I. (2018). Hubungan religiusitas dengan self-awareness mahasiswa prodi bimbingan penyuluhan islam (UAI). Jurnal al-azhar Indonesia serihumaniora, vol 4(4).

Kamis, 16 Juli 2020

Tips Aman Berbelanja saat Pandemi Covid-19


Apa yang perlu diperhatikan ketika berbelanja saat pandemi Covid-19?

     Tidak bisa dipungkiri bahwa berbelanja merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan sebagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan pokok. Namun, berbelanja di masa pandemi Covid-19 saat ini juga sangat mengkhawatirkan yang mana kita harus berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berbelanja.

Ketika berbelanja di pasar atau supermarket
  • Hindari berbelanja di jam sibuk untuk menghindari keramaian.
  • Gunakan masker saat hendak berbelanja.
  • Usahakan untuk tidak berlama-lama saat berbelanja.
  • Catat barang apa saja yang perlu dibeli
  • Ambil barang seperlunya dan cek tanggal kadaluwarsanya, lalu langsung ke kasir ketika semua sudah Anda dapatkan.
  • Jika memungkinkan gunakan pembayaran nontunai atau bisa juga dengan uang pas.
  • Pisahkan pangan mentah dari pangan matang.
  • Jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan hindari menyentuh mata, mulut, serta hidung.
  • Cuci tangan atau bersihkan tangan dengan cairan antiseptic secara rutin, terutama setelah menyentuh uang atau benda lainnya. Dan juga bersihkan pegangan troli atau keranjang belanjaan sebelum dan sesudah digunakan.

Ketika berbelanja online atau memesan makanan online
Sejak pandemic, belaja online makin banyak diminati, karena orang bisa berbelanja dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Melalui belanja online, kita bisa membeli makanan, minuman, atau barang yang kita butuhkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
  • Hindari kontak langsung dengan kurir. Bila perlu, kenakan masker saat bertransaksi.
  • Upayakan untuk membayar barang belanjaan dengan secara nontunai untuk meminimalisir interaksi dengan kurir.
  • Sediakan tempat khusus bagi kurir menaruh barang pesananmu, agar kamu tidak perlu bertemu langsung atau bersentuhan dengan kurir ketika menerima barang.
  • Buka bungkus paket di luar rumah dan segera buang bungkusnya di tempat sampah atau semprot bungkus paket dengan disinfektan sebelum membawanya masuk ke dalam rumah.
  • Untuk makanan, jangan menyemprotkan disinfektan ke bungkusnya. Cukup buka dan buang bungkusnya, lalu pindahkan ke piring. Jangan makan makanan langsung dari wadahnya.
  •  Setelah membuka kemasan paket barang atau makanan, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.



Sumber :

Selasa, 14 Juli 2020

NEW NORMAL LIFE

Cara Menjalani Kehidupan New Normal Saat Pandemi Covid-19

Pemerintah telah menghimbau agar masyarakat bersiap untuk menjalani new normal dimana masyarakat harus menjalani kehidupan berdampingan dengan adanya virus Corona. Lalu, bagaimana cara menjalani kehidupan new normal saat ini ? Ini yang harus diperhatikan.

1.       Saat keluar rumah dan kembali lagi ke rumah
Saat keluar rumah terapkan langkah pencegahan dasar kapanpun dan dimanapun dan pastikan untuk tidak keluar rumah jika sedang tidak enak badan. Penerapan physical distancing wajib dilakukan saat diluar rumah dan jangan keluar rumah jika tidak penting. Saat kembali ke rumah, langsung lakukan hal berikut ini :
·         Buka alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
·         Semprotkan disinfektan pada alas kaki maupun peralatan yang kamu gunakan.
·         Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
·    Lepaskan pakaian yang dikenakan dan segera masukkan ke dalam tempat cucian yang tertutup.
·         Mandi dan berganti pakaian bersih sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga.

2.       Saat bekerja di kantor
New normal membuat para karyawan kembali bekerja di kantor secara bertahap setelah beberapa bulan ini melakukan pekerjaan di rumah. Agar tetap aman, jadi masih haru menerapkan physical distancing dalam setiap kesempatan. Saat meeting, usahakan ada jarak antar kursi minimal 1 meter dan saat makan siang. Lebih baik membawa bekal dari rumah agar tidak berdesakan di kantin dan bertemu banyak orang. Apabila badan kamu sudah tidak fit, langsung izin pulang dan beristirahat dan lebih baik tidak ke kantor terlebih dahulu jika memang tidak memungkinkan.

3.       Saat menggunakan transportasi umum
Jika kamu diharuskan menggunakan transportasi umum untuk bepergian, pastikan selalu menggunakan pencegahan dasar. Jangan lupa membawa hand sanitizer dan jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Pastikan pula kamu membawa botol minum agar terhindar dari dehidrasi.
Yang paling penting adalah tetap menerapkan physical distancing, sebisa mungkin menjaga jarak 1 meter dengan penumpang lain. Apabila hal ini tidak memungkinkan, mungkin kamu harus cari opsi lain untuk transportasi yang digunakan.

4.       Ketika berbelanja
Ketika kamu di haruskan berbelanja untuk membeli bahan makanan, hal utama yang harus diterapkan adalah physical distancing. Pastikan kamu tidak menyentuh banyak barang di toko ataupun tempat umum. Dan jangan lupa membawa hand sanitizer untuk mengurangi resiko terkontaminasi oleh virus. Kamu tidak perlu berlama-lama saat berbelanja, catat bahan belanjaan yang harus kamu beli dan segera ke kasir juka sudah mendapatkan.

5.       Ketika membutuhkan layanan kesehatan
Jika mengharuskan untuk bertemu langsung dengan dokter atau petugas kesehatan, pastikan diri anda sudah mengikuti protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran virus Corona.


Sumber:

Rabu, 01 Juli 2020

TIPS MENJAGA KESEHATAN SAAT PANDEMI VIRUS CORONA


BAGAIMANA CARA MENJAGA KESEHATAN MENTAL SAAT PANDEMI VIRUS CORONA ?

       Pandemi virus Corona tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu. Tidak hanya rasa takut, efek psikologis yang ditimbulkan pun bisa berdampak serius.

       Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dn kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur.

       Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental.

       Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehtan mental selama pandemi virus Corona:

1.      Melakukan aktivitas fisik
     Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat Anda lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda.
     Latihan perenggangan dan pernapasan juga dapat membantu Anda untuk menenangkan diri. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan sistem imun.

2.      Mengonsumsi makanan bergizi
Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat Anda peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.

3.      Menghentikan kebiasaan buruk
     Bila Anda seorang perokok, cobalah hentikan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang. Merokok akan meningkatkan risiko Anda terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona. Kebiasaan merokok dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda.
     Kebiasaan buruk yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat atau sering begadang. Jika kurang istirahat, Anda akan lebih mudah mengalami kecemasan dan mood Anda pun lebih tidak stabil.

4.      Membuat rutinitas sendiri
     Selama menjalani karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

5.      Lebih bijak memilah informasi
     Batasi waktu Anda untuk menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial untuk mengurangi rasa cemas.
     Meski begitu, jangan menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang Anda terima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

6.      Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat
Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja Anda, baik melalui pesan singkat, telepon atau vidio call. Anda bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang Anda rasakan. Dengan cara ini, tekanan yang Anda rasakan dapat berkurang sehingga Anda bisa lebih tenang.

            Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama masa pandemi seperti ini. Namun, cobalah untuk selalu berpikir positif dan bersyukur. Jika stres dan ketakutan yang Anda alami terasa sangat berat, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Sumber :


Selasa, 30 Juni 2020

PENCEGAHAN VIRUS CORONA (COVID-19)


Apa yang dapat kita lakukan dalam mencegah penyebaran virus Corona ?

       Penularan virus Corona terjadi begitu cepat dan sudah menyerang ribuan orang di berbagai negara dengan angka kematian yang tidak sedikit termasuk Indonesia. Wabah virus Corona yang sudah terjadi secara global ini membuat semua orang dihimbau agar melakukan pencegahan penyebarannya.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

       Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah inveksi virus Corona, diantaranya:
1.      Mencuci tangan dengan benar

     Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
     Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
    Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2.      Physical distancing
   WHO telaah resmi mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing. Frasa physical distancing dirasa lebih pas karena bukan dimaksudkan untuk menjaga jarak sosial, malainkan menjaga jarak fisik. Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 1 mater dari orang lain.
     Sebab jarak yang terlalu dekat memungkinkan Anda menghirup tetesan air dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi Covid-19 ketika ia bersin atau batuk. Imbauan tersebut juga telah disampaikan oleh pemerintah Indonesia.

3.      Menggunakan Masker
     Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi hal penting di tengah situasi pandemi saat ini. Pemakaian masker sangat diperlukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona jenis baru.
     Menurut ahli paru-paru dari Cleveland Clinic, Read Dweik, masker non medis yang biasanya terbuat dari kain tidak benar-benar efektif untuk melindungi kita dari resiko infeksi virus. Namun, memakai masker non medis tetap bisa melindungi pemakainya dari kemungkinan menyebarkan virus ke orang lain.

4.      Menjaga daya tahan tubuh
    Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan bua-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

5.      Tetap di rumah
     Meski tak merasakan gejala apapun, namun Anda bisa saja menjadi carrier dan menularkan virus Corona ke orang lain. Ketika virus tersebut menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka bisa menyebabkan Covid-19. Oleh sebab itu, imbauan untuk tetap #dirumahaja pun sedang digalakkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona baru tersebut. Bahkan Presiden pun meminta masyarakat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah.

6.      Cari tahu informasi akurat mengenai Covid-19
     Penting untuk mencari informasi yang akurat mengenai perkembangan Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit tersebut. Ini membantu Anda lebih waspada dan memahami apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi ini.
    
Sumber:

Senin, 29 Juni 2020

VIRUS CORONA (COVID-19)

Gejala, Penularan, dan Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

            
      Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena inveksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
       Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
     Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.
    Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia)

Gejala Virus Corona (COVID-19)
      Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.
     Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
·         Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
·         Batuk kering
·         Sesak napas
Ada beberapa gejala lain yang bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu Diare, sakit kepala, Konjungtivis, hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau, ruam di kulit. 
Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Penularan Virus Corona (COVID-19)
            Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
·    Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin.
·    Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19.
·       Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyekit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.
Karena mudah menular, virus Corona juga beresiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)
          Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi cirus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, berikut:
·      Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.
·    Swab test atau tes PCR (Polymerase Chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak.
·       CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan paru-paru.
Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Sumber :