Bagaimana untuk bisa menerapkan Self-Awareness ?
Seperti
yang telah kita ketahui bersama bahwa saat ini virus yang bernama Corona sedang
menunjukkan eksistensinya di Dunia. Tidak hanya Indonesia, seluruh Dunia
merasakan dampak makhluk hidup yang bahkan tidak terlihat oleh mata namun mampu
membuat kekacauan yang luar biasa.
Pemerintah
telah melakukan berbagai cara agar virus Corona tidak secara suka-suka menyebar
di masyarakat luas dan membuat semakin banyak korban. Salah satunya adalah membuat
protokol kesehatan yang mengatur beberapa hal untuk masyarakat diantaranya
menggunakan masker ketika keluar rumah, social
distancing, physical distancing, self-quarantine, dan lainnya. Bahkan
membatasi daerah yang berada dalam zona merah penyebaran virus ini. Namun tidak
hanya peran pemerintah yang diperlukan namun juga peran masyarakat yang dapat
dilakukan dengan memiliki self-awareness.
Self-Awareness
Self-awareness
atau kesadaran diri adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan lingkungan
sekitar. Akbar, dkk (2018) kesadaran diri merupakan suatu kepekaan terhadap
diri sendiri, emosi, keadaan lingkungan, dan orang lain. Orang yang memiliki
kesadaran tinggi memiliki sikap positif dalam menjalankan kehidupan, mampu
merespon dengan baik terhadap hal-hal yang memancing emosi. Maksudnya orang
dengan kesadaran diri yang baik memahami dirinya seperti apa dan harus
bagaimana. Misalnya ditengah pandemik seperti ini seseorang yang merantau di
kota dengan zona merah kemudian pulang kampung sudah seharusnya paham apa yang
harus dilakukan, yaitu dengan melakukan self-quarantine
untuk kebaikan diri sendiri dan orang sekitar, bukan malah bersikap sombong
yakin bahwa dia sehat tanpa memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat
terjadi.
Definisi lain dari kesadaran
diri yang lebih sederhana adalah sikap seseorang dalam upaya memperhatikan
pikiran, perilaku, perasaan, dan dampaknya terhadap orang lain. Dalam keadaan
seperti sekarang ini, kesadaran diri sangat diperlukan. Hampir semua orang
mengetahui sedikit banyak tentang virus corona ini, mulai dari apa itu virus
corona, bagaimana penyebarannya, seperti apa dampaknya, seperti apa gejala
orang yang terinfeksi, sampai bagaimana mencegah dan menghindarinya. Bahkan
dalam pembelajaran sebelumnya sudah dijelaskan.
Pengetahuan-pengetahuan
tersebut tidak berarti apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran diri untuk
mencegah dan menghentikan rantai penyebaran virus corona ini. Contoh rendahnya
kesadaran diri masyarakat seperti tidak menggunakan masker saat di luar rumah,
tidak rajin mencuci tangan, tidak melakukan social
distancing atau physical distancing,
dan sebagainya . Hal itu menjadi salah satu penyebab tidak berhentinya
penyebaran virus, justru membuat penyebaran semakin menjadi.
Oleh karena itu, hal
lain yang sangat dibutuhkan adalah kesadaran diri untuk berperan dalam
menghentikan penyebaran virus corona. Dengan melakukan protokol kesehatan yang
sudah dibuat oleh pemerintah, memiliki pemahaman dan toleransi yang tinggi
terhadap sesama, menumbuhkan dan memupuk jiwa kemanusiaan kita, saling membantu
dan mengingatkan orang lain, dan melakukan hal-hal baik lainnya.
Referensi:
Akbar, M. Y. A.,
Amalia, R. M., &Fitriah, I. (2018). Hubungan religiusitas dengan
self-awareness mahasiswa prodi bimbingan penyuluhan islam (UAI). Jurnal
al-azhar Indonesia serihumaniora, vol 4(4).