Selasa, 30 Juni 2020

PENCEGAHAN VIRUS CORONA (COVID-19)


Apa yang dapat kita lakukan dalam mencegah penyebaran virus Corona ?

       Penularan virus Corona terjadi begitu cepat dan sudah menyerang ribuan orang di berbagai negara dengan angka kematian yang tidak sedikit termasuk Indonesia. Wabah virus Corona yang sudah terjadi secara global ini membuat semua orang dihimbau agar melakukan pencegahan penyebarannya.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

       Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah inveksi virus Corona, diantaranya:
1.      Mencuci tangan dengan benar

     Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
     Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
    Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2.      Physical distancing
   WHO telaah resmi mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing. Frasa physical distancing dirasa lebih pas karena bukan dimaksudkan untuk menjaga jarak sosial, malainkan menjaga jarak fisik. Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 1 mater dari orang lain.
     Sebab jarak yang terlalu dekat memungkinkan Anda menghirup tetesan air dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi Covid-19 ketika ia bersin atau batuk. Imbauan tersebut juga telah disampaikan oleh pemerintah Indonesia.

3.      Menggunakan Masker
     Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi hal penting di tengah situasi pandemi saat ini. Pemakaian masker sangat diperlukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona jenis baru.
     Menurut ahli paru-paru dari Cleveland Clinic, Read Dweik, masker non medis yang biasanya terbuat dari kain tidak benar-benar efektif untuk melindungi kita dari resiko infeksi virus. Namun, memakai masker non medis tetap bisa melindungi pemakainya dari kemungkinan menyebarkan virus ke orang lain.

4.      Menjaga daya tahan tubuh
    Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan bua-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

5.      Tetap di rumah
     Meski tak merasakan gejala apapun, namun Anda bisa saja menjadi carrier dan menularkan virus Corona ke orang lain. Ketika virus tersebut menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka bisa menyebabkan Covid-19. Oleh sebab itu, imbauan untuk tetap #dirumahaja pun sedang digalakkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona baru tersebut. Bahkan Presiden pun meminta masyarakat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah.

6.      Cari tahu informasi akurat mengenai Covid-19
     Penting untuk mencari informasi yang akurat mengenai perkembangan Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit tersebut. Ini membantu Anda lebih waspada dan memahami apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi ini.
    
Sumber:

Senin, 29 Juni 2020

VIRUS CORONA (COVID-19)

Gejala, Penularan, dan Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

            
      Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena inveksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
       Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
     Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.
    Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia)

Gejala Virus Corona (COVID-19)
      Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.
     Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
·         Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
·         Batuk kering
·         Sesak napas
Ada beberapa gejala lain yang bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu Diare, sakit kepala, Konjungtivis, hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau, ruam di kulit. 
Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Penularan Virus Corona (COVID-19)
            Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
·    Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin.
·    Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19.
·       Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19.

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyekit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.
Karena mudah menular, virus Corona juga beresiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)
          Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi cirus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, berikut:
·      Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.
·    Swab test atau tes PCR (Polymerase Chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak.
·       CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan paru-paru.
Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Sumber :